Ninih, Gadis Cantik Penjual Getuk Di Jembatan Penyebrangan

Posted by www.evanazka.com

Publish Date 20/12/2015 2:28:21
Rating 336

Category Info Wisata & Liburan

Ninih, Gadis Cantik Penjual Getuk Di Jembatan Penyebrangan

Sejak kecantikannya bikin heboh di sosial media, nama Ninih kini mulai banyak dikenal. Gadis berusia 18 tahun asal Indramayu penjual getuk ini tak menyangka bakal diketahui banyak orang.

“Tiap orang lewat beli, mba yang masuk berita ya? selamat ya mba. Orang saya enggak pernah ngeliat beritanya,” tutur Ninih saat ditemui di jembatan penyeberangan Jl HR Rasuna Said, Jaksel,

Bukan cuma pembeli yang bertanya-tanya, kawan Ninih pun seringkali menggoda dirinya dengan candaan. “Banyak yang ngomongin, saya sih bingung aja,” kata Ninih tertawa.

Ninih penjual getuk berwajah cantik. (DetikNews)

Ninih penjual getuk berwajah cantik. (DetikNews)

Lalu, siapa sebenarnya Ninih, dan apakah dia akan terus-terusan berjualan getuk? Ya, pemilik nama asli Turinih ini ternyata punya cita-cita untuk memperbaiki nasibnya.

Ninih yang tidak meneruskan pendidikan usai tamat SD ini punya keinginan menjadi TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Taiwan. Alasannya sederhana, banyak teman Ninih di Indramayu yang memilih ke Taiwan tentunya dengan penghasilan yang lebih mencukupi.

“Pengennya ikut ke Taiwan juga kerja di pabrik,” sambung dara kelahiran 26 Mei ini seperti dikutip DetikNews, Jumat (27/11/2014).

Tapi keinginannya belum bisa terealisasi. Ninih memang belum pernah mencoba mencari tahu cara mendapatkan pekerjaan di Taiwan. Karena keterbatasan ekonomi keluarga, Ninih tidak mengambil kurus untuk memiliki keahlian menjadi TKW.

“Enggak punya uangnya,” ujar Ninih yang tinggal di Pejompongan bersama kakak dan bibinya.

Gadis cantik penjual getuk di jembatan penyeberangan halte TransJakarta. (MetroTVNews)

Gadis cantik penjual getuk di jembatan penyeberangan halte TransJakarta. (MetroTVNews)

Di Jakarta, Ninih berjualan penganan khas Jawa seperti gethuk, cenil, tiwul juga lupis. Untung yang diperoleh memang tak banyak, kisaran Rp 50 ribu.

Dulu di kampungnya, Ninih juga membantu ibunya berjualan makanan jajanan. Hingga akhirnya dia memilih ikut kakaknya Lina berjualan gethuk setelah sebelumnya sempat menjadi pelayan warteg.

Saat berjualan, biasanya Ninih berpindah-pindah lokasi jembatan penyeberangan yang terhubung dengan halte TransJakarta. Biasanya dagangannya sudah ludes dibeli karyawan yang berkantor di Kuningan pada pukul 09.00-10.00 WIB.

Keinginan Ninih sederhana. Anak ketiga dari 5 bersaudara ini hanya ingin membantu perekonomian keluarganya. Ninih dan kakaknya memang rajin mengumpulkan keuntungan hasil jualan, selain untuk biaya hidup sehari-hari. “Duitnya nanti dikirim ke orang tua,” katanya

paket wisata dieng
Wisata Klaten
Wisata Boyolali
Wisata Garut
paket wisata bandung Cara Menghilangkan Jerawat