Fakta Tentang Raja Ampat Yang Kamu Belum Tahu

Posted by www.evanazka.com

Publish Date 16/03/2015 21:44:55
Rating 2265

Category Info Wisata & Liburan

Fakta Tentang Raja Ampat Yang Kamu Belum Tahu


raja-ampat

photo from stunningplaces.net

Raja Ampat, “Surga dunia yang wajib dikunjungi paling tidak sekali seumur hidup”.

Salah satu judul artikel blog tentang Raja Ampat yang pernah saya baca. Keindahannya tak main-main. Tiap tahun menjadi langganan 10 destinasi wisata selam dunia wajib kunjung menjadi salah satu bukti sahih.

Suasana alamnya yang tenang, kejernihan air lautnya yang berwarna biru langit, kemilau pasir putihnya serta -yang paling populer dari Raja Ampat- yaitu keindahan ragam terumbu karangnya, menjadi magnet bagi para wisatawan.

Namun, ada beberapa hal tentang Raja Ampat yang belum tentu semua orang tahu;

 

1. “Amazonnya bawah laut”

Raja Ampat terletak di “coral triangle” dunia. 75% dari semua spesies yang ada di dunia terdapat disini. Begitupun ragam spesies ikannya. Mulai dari hiu paus hingga si fosil hidup, coelacanth lengkap tersedia. Suasana bawah lautnya bagaikan hutan rimba, karena itulah Raja Ampat juga dikenal sebagai “Amazonnya bawah laut”.

 

2. Eropa atau Raja Ampat?

Biaya paket wisata ke Raja Ampat bisa lebih mahal dari biaya berwisata ke Eropa. Untuk paket lengkap menginap hingga menyelam berkisar antara 28 juta hingga 84 juta rupiah.

 

3. Tak semua orang bebas berkunjung

Raja Ampat pada dasarnya adalah taman nasional, sehingga sengaja tak dikembangkan dan dipromosikan sebagai tujuan wisata. Jumlah orang yang berkunjung dibatasi agar kelestariannya terjaga.

Kasus ini mirip Pulau Sempu Malang. Pulau Sempu adalah cagar alam sehingga tak sembarang orang dapat berkunjung, memerlukan izin untuk berkunjung kesana. Bedanya Pulau Sempu terlanjur dikenal masyarakat sebagai destinasi wisata sehingga justru dimanfaatkan oknum-okunum pengampu kebijakan disana.

 

4. ” Kampung sebelah atau pulau sebelah?”

80% wilayah Kabupaten Raja Ampat adalah laut berwarna biru jernih – penyelam profesional pasti tak bisa menahan hasrat menyelamnya disini-. 20% sisanya berupa 610 pulau, dimana hanya ada 35 pulau yang berpenghuni.

Uniknya, jika masyarakat disana berkata “ingin pergi ke sebelah, hal itu bisa berarti pergi ke kampung sebelah atau bisa juga berarti ke pulau sebelah.

 

5. Toleransi tinggi masyarakat Raja Ampat

Mayoritas agama disini adalah Kristen, serta sejumlah kecil masyarakat Islam. Namun, tingkat toleransi masyarakatnya tinggi. Hal wajar dalam satu marga beberapa anggota keluarga menganut agama yang berbeda.

 

6. Tradisi ” Stand Up Comedy” ala masyarakat Raja Ampat

Pepatah “makan tak makan yang penting kumpul” juga berlaku di sini. Ada suatu tradisi bernama “para-para pinang” yaitu semua orang duduk bersama, berbincang sambil saling melempar MOB atau candaan dan cerita lucu secara bergiliran. Bergabung bersama warga lokal mengikuti tradisi ini menjadi pengalaman tak terlupakan.

 

7.  Bawakan mereka permen!

Layaknya seorang anak kecil yang kegirangan saat ayahnya pulang kerja membawakan oleh-oleh, masyarakat lokal akan senang jika kita memberi mereka pinang atau permen. Oleh-oleh itu dianggap sebagai lambang perdamaian antara pengunjung dengan warga lokal.

 

8. Tabiat masyarakat Raja Ampat

Perawakan warga lokal yang seolah menunjukan kesan sangar hanyalah mitos. Warga lokal Raja Ampat dikenal sangat ramah. Budaya gotong royong masih terjaga disini. Jika ingin membuat suatu bangunan disini tak perlu mencari tukang bangunan, cukup sediakan makan siang, cemilan, kopi hitam dan rokok, maka tetangga-tetangga dengan sukarela membantu hingga bangunan tersebut kokoh berdiri.

 

9.  Jaga perilakumu disini!

Warga lokal Raja Ampat memang terbuka dan ramah pada para wisatawan, namun suatu obrolan dengan salah satu tokoh masyarakat menyatakan, ” Kami memang ramah, jika kalian ramah. Jika perilaku kalian buruk, pembalasan kami bisa jauh lebih buruk.” Itulah mengapa menjaga attitude sangat penting disini.

 

10. Kemampuan khusus nelayan Raja Ampat

Di Raja Ampat, jangan heran melihat nelayan yang menangkap gurita dengan tangan kosong, itu salah satu soft skill khas nelayan Raja Ampat.

 

11. Kutukan untuk para orang serakah

Berdasar adat, warga lokal Raja Ampat dilarang mengambil kekayaan bahari daerahnya secara sembarangan, harus hati-hati dan tak boleh serakah. Jika ada yang melanggar ketua adat akan memberinya hukuman sosial, mulai dari membangun jalan, hingga kutukan!

Sumber : www.phinemo.com

paket wisata dieng
Wisata Klaten
Wisata Boyolali
Wisata Garut
paket wisata bandung Cara Menghilangkan Jerawat